mengingat
kembali tahun 1963
cerita ini berdasarkan
kisah pengalaman kakek selama hidupnya pada tahun 1963. Bermula beliau menjadi
pekerja kebun kelapa sawit. Beliau asli dari jawa demi untuk mencari sesuap
nasi beliau relah pergi jauh dari jawa
ke sumatera.
Beliau juga mengatakan kebayaan pekerja dari jawa orang giat
berkerja, berbeda dengan orang kampung asli daerah situ pada umumnya lebih
cendrung bermalas-malasan. Jadi itu alasan utama mengapa orang jawa di kirim ke
sumatera untuk bekerja. Berbeda juga dengan penduduk dari jawa sana mereka
bekerja yang super ulet bekerja.
Untuk bekerja suatu
perkebunan kelapa sawit haruslah dengan memenuhin perjanjian kontrak kerja sama antara
pekerja dengan pemilik kebun. Beliau mengatakan untuk bekerja di suatu
perkebunan harulah orang jawa. Saya heran mengapa harus jawa ? beliau
menjelaskan untuk bagian jawa dan bukan jawa (batak) sudah dibagi pekerjaannya.
Untuk orang batak mereka di tepatkan bekerja di alat transpotrasi seperti supir motor.
Sesudah bekerja
selama 5 tahun beliau mampu membeli tapak rumah untuk bertempat tinggal. Pada saat
itu tanah seluas satu hektar di bandrol dengan seharga 5 perak. Wah kalau di
bandingkan dengan sekarang uang segitu tidak ada harganya.
Dahulunya beliau
tinggal di dekat perkebunan (di pasiran putih) yang sudah di sediakan oleh
PT.perkebunan kelapa sawit. Beliau sangat bersyukur dengan gaji yang lumayan
baginya, beliau menyisipkan uang separuh gajinya untuk di simpan. Alhamdulillah
beliau mampu memiliki kebun sendiri dengan uang sisipannya yang telah
disimpannya.
Beliau juga
menceritakan masakan kuliner di daerah ASAHAN tepatnya di kota kisaran, masakan
orang padang luar bisa enaknya. Untuk
wilayah kisaran kebayaan orang padang membuka usaha kuliner yang
terkenal rendangnya yang super enak. Berbeda dengan saat ini masakan orang
padang sudah hampir tidak ada lagi di kisaran yang kini sudah terganti oleh
kios-kios orang cina yang semakin lama semakin meningkat keberadaannya.
Beliau mengatakan
kepada saya jka ingin sukses menabunglah dari sekarang agar
kelak uang tabungan akan menolong di masa kamu membuthkannya. Pandai-pandai
mengatur keuangan (tidak boros) dan
mengolahnya dengan cermat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar