Malam Tahun Baru
Setiap
malam tanggal 31 Desember menjelang pergantian malam tahun baru,
milyaran orang di penjuru dunia merayakan malam pergantian tahun dengan
berbagai macam perayaan seperti pesta kembang api, meniup terompet,
pertunjukkan musik, dan aneka pesta pora lainnya. Bahkan di negeri kita ini,
yang mayoritas penduduknya adalah muslim, juga tidak kalah hebohnya pesta pora
perayaan tahun baru yang terjadi setiap tahunnya.
“Dan
janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.
Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta
pertanggungan jawabnya.” (QS
17:36).
Seperti
ayat di atas sudah jelas, sebagai seorang muslim wajib berpikir dan mencari
tahu lebih jauh mengenai perayaan tahun baru..
Perayaan Tahun Baru
Di
beberapa wilayah Negara dunia, bulan Januari merupakan upacara keagamaan.
Januarius (Januari) diambil dari nama dewa Romawi “Janus” yaitu dewa bermuka
dua, muka menghadap ke depan sebagai simbol masa depan dan muka yang satu lagi
menghadap ke belakang sebagai simbol masa lalu. Dewa Janus adalah dewa penjaga
gerbang Olympus yang diartikan sebagai gerbang menuju tahun yang baru.
Dewa
Janus adalah sesembahan kaum Pagan Romawi. Kaum Pagan, dalam bahasa kita
disebut kaum kafir penyembah berhala. Ternyata hingga saat ini kebiasaan adat
atau di sebut kebudayaan, ritual, dan upacara keagamaan kaum pagan ini telah merasuk dan mewarnai
kehidupan tanpa kita meyadarinya termasuk salah satunya adalah perayaan pada malam tahun baru. Kaum Pagan
juga merayakan tahun baru mereka dengan menyalakan kembang api, membuat api
unggun dan mengitarinya, memukul lonceng, dan meniup terompet.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar